Monday, March 10, 2003

Lesbian dan Cinta



Dear pengasuh rubrik Curhat,

Nama saya Nana, saya tinggal di Jakarta, dan saya masih kelas 3 SLTP. Saya berumur sekitar 15. Saya mau bertanya tentang masalah remaja yang umum dialami para remaja. Misalnya,... masalah cinta,... atau semacam-macamnya.

1. Saya mempunyai teman bernama A, kami sekelas. Dia selalu duduk di samping saya setiap kali pelajaran. Dia selalu duduk dekat dengan saya, sehingga bahu kami saling nempel,... tapi karena saya merasa tidak enak,... dan merasa ada yang aneh,... saya bergeser sedikit, dia juga ikut bergeser sehingga dekat dengan saya lagi,... apakah teman saya ada masalah, misalnya ia "lesbian?" Saya jadi ngeri kalo duduk di sebelahnya lagi,... saya tidak mau duduk dekat dia, tapi mau gimana lagi, kan, dia teman saya.

2. Mengenai cinta,... apa yang disukai para cowok remaja terhadap perempuan remaja, karena,...saya merasa,... saya kurang diperhatikan oleh teman cowok saya,... apakah saya yang kurang menarik,... atau saya yang kurang cantik bagi mereka,... atau saya yang terlalu pendiam, sehingga saya dianggap kurang asyik kalau bicara,.. saya tidak mengerti,.. Saya ingin tau, bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan perhatian dari cowok?

3. Banyak orang di sekitar saya yang sering bilang bahwa mereka semua menyayangi saya, dan mencintai saya... tapi kadang saya sulit mempercayainya. Apakah benar dengan apa yang mereka katakan terhadap saya? Kebanyakan yang mengatakan kepada saya adalah keluarga saya. Apakah mereka mengatakannya dari hati mereka? karena saya sukar untuk mempercayainya,... Bagaimana caranya agar saya dapat mempercayai setiap kata-kata mereka?

Dear Nana yang baik,

Makasih, ya, udah kirim e-mail ke Curhat. Yuk, kita bahas bersama masalah kamu.

Temen kamu si A yang suka nempel-nempel ke kamu setiap kali pelajaran, belum tentu karena dia lesbian, lho! Mungkin aja karena memang dia punya kebiasaan begitu kalau duduk sama orang, atau mungkin karena di mata dia kamu udah dianggap sangat dekat, seperti saudara sendiri, jadi bagi dia enggak ada masalah kalau duduk dengan sangat berdekatan sampai nempel. Tapi, kalau kamu merasa tidak enak, ngeri, dan enggak nyaman dengan sikap dia, tentu saja kamu berhak untuk bilang ke dia. Soalnya, nanti gara-gara kamu selalu merasa enggak nyaman di kelas, konsentrasi belajar jadi terganggu. Kalau kamu ngomongnya dengan tegas tapi bersahabat, tentu tidak akan membuat dia sakit hati. Kalau dia tetap begitu, sampaikan lagi keberatanmu, sampai dia tahu bahwa kamu serius.

Soal kamu merasa kurang diperhatikan cowok, kamu lihat dari segi mana? Jangan-jangan ini adalah bentuk dari perasaan kurang percaya diri yang kamu rasakan, sehingga kamu merasa dirimu kurang cantik, kurang gaul, kurang oke dan sebagainya. Soal menarik dan tidak, tentu saja relatif ya, tapi yang jelas cewek yang pede akan jauh lebih menarik dibandingkan dengan cewek yang kurang pede. Dan hal ini tentu saja juga berlaku buat cowok. Kalau kamu pede, kamu akan lebih mudah bergaul dan enggak gampang grogi kalau deket sama cowok. Menjadi pendiam enggak ada salahnya asalkan bukan karena minder, ya.

Kalau kita enggak pede dan merasa diri kita enggak menarik, kita suka menganggap bahwa enggak bakal ada orang yang suka dan sayang sama kita. Nah, celakanya, kalau ada orang yang bilang sayang sama kita, kita jadi enggak percaya bahwa itu memang bener. Nah, Nana yang baik, bagaimana supaya kamu bisa percaya bahwa orang lain sayang sama kamu? Caranya adalah mulailah mempercayai dirimu sendiri!

Harian Kompas bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) membuka rubrik konsultasi remaja, baik mengenai masalah seksual, kesehatan reproduksi, maupun kepribadian. Bagi para remaja yang ingin memanfaatkan rubrik ini, dimohon mengirimkan persoalan yang dihadapi, disertai nama dan alamat lengkap ke Harian Kompas, PO Box 4612 Jakarta 12046, atau melalui e-mail muda@kompas.co.id Redaksi

Wednesday, March 05, 2003

Sembuh dari Gay, Jauhi Komunitasnya



Tanya:

Saya merasa punya kelainan sejak kecil (saat ini saya 20 tahun), yaitu saya menyukai sesama jenis.Hingga sekarang hal itu masih terjadi bahkan keadaannya semakin memburuk terutama bagi kejiwaan saya.Sering saya lepas kontrol dan memuaskan diri sendiri setiap kali saya membayangkan sesama jenis hingga mendalam.Yang jelas saya ingin sekali kembali normal. Bisakah Anda memberikan saran/masukan secara kontinu agar saya tidak mudah lepas kontrol lagi?

Priyo

Jawab:

Sdr. Priyo yang sedang gundah,
Kunci yang paling penting untuk mengubah kondisi anda tampaknya sudah dimiliki. Saat ini anda merasa "tidak nyaman" dan merasa bersalah dengan keadaan yang sekarang, sehingga ingin berubah. Tentunya hal ini harus diiringi dengan usaha keras untuk menjauhi lingkungan, situasi, hal apapun yang berkaitan dengan dunia gay. Lingkungan sosial sangat mendukung usaha Anda ini. Peran keluarga dan orang terdekat mempunyai peranan besar dalam membantu proses ini. Mengingat kasus yang Anda alami tergolong serius dan perlu beberapa langkah agak sulit bila hanya diungkapkan melalui tulisan, saya sarankan untuk bertemu dan meminta bantuan ahli, seperti psikolog. Semoga Allah memberi kekuatan pada anda. (www.keluargamuslim.com /konsultasi)


Saturday, January 04, 2003

Tanya Jawab Gay dan Penyembuhan



Menyukai sesama jenis lebih sering membuat menderita. Perasaan berbeda yang tidak nyaman dan mengganggu. Pada sebagian orang, hal itu pada akhirnya diterima sebagai ketetapan Tuhan. Namun banyak juga mereka yang menolaknya dan berusaha menyembuhkan diri.

Jika ingin mengetahui lebih banyak pernak-pernik homoseksual khususnya gay, silakan klik link homoseksualitas. Di dalamnya ada daftar pertanyaan:

HXH, ( Tertarik Pada Sesama Jenis )
BJ, ( Gay Yang Ingin Normal )
AND, ( Hubungan Kaum Gay dengan AIDS )
KVA, ( Pria Gay dan Penyakit Aids )
RIZAL, ( Bisakah Saya kembali Normal ? )
PELAJAR, ( 'Homo’ Yang Ingin Berubah )
SS, ( Ingin melepaskan diri dari Kehidupan Homoseksual )
RINO, ( Cara Meninggalkan Dunia Gay )
DN, ( Homoseksual dan Mimpi Basah )
MDM, ( Homoseksualkah Saya ? )
AND, ( Anus Sakit Akibat Anal Seks )
RRN, ( Gay dan Ukuran Penis )
FR, ( Anal Seks dan Bahaya Menelan Sperma )
ALM, ( Fantasi Seks dengan Sesama Jenis )
DON, ( Terapi Homoseksual di Internet )
JEFF, ( Bingung Suka Pada Cowok dan Cewek )
BU76, ( Mimpi Basah dengan Pria )
PS, ( Sering Dikira Suara Ibu-ibu )
CJ, ( Senang Pria & Wanita )
DRS, ( Sering Menggunakan Pernik-pernik Wanita )
T, ( Takut Menderita Homoseksual )
KAMAL, ( Berpakaian Seperti Wanita )
SH, ( Apakah Saya Homoseksual )
ARY_F, ( Tertarik Dengan Sesama Jenis )
OZAN, ( Apakah Saya Homo ? )

Semoga membantu!

Jijik pada Suami Gay



Asuhan Rieny Hassan

Bu Rieny Yth.,
Saya adalah calon ibu yang sedang mengandung dua bulan. Perkawinan kami sebenarnya diawali dengan perkenalan yang diatur oleh kedua ibu kami. Karena kami berbeda usia lima tahun dan ia juga punya latar belakang keluarga yang baik serta seagama, akhirnya saya setuju untuk menikah. Apalagi saya juga bukan seorang yang cantik-cantik amat. Empat bulan setelah perkenalan, kami pun menikah.

Menginjak bulan kedua, saya sudah mulai curiga bahwa suami ada apa-apanya. Benar saja, ternyata pada saat pernikahan, ia sudah setahun menjadi seorang gay. Dia sudah mengakui semua perbuatannya dan meminta saya untuk tidak pergi dan juga tidak memberi tahu ibunya. Tapi, saya tetap bingung, apakah perkawinan ini masih bisa dipertahankan. Saya juga takut bahwa ini akan menurun pada anak kami kelak.

Saya sanggupi permintaannya, Bu, apalagi saya sudah positif hamil. Tapi ternyata baru-baru ini saya mendapati ia melakukan hubungan dengan sesama jenisnya lagi. Saya jadi pesimis ia akan berubah, Bu, karena dari beberapa tulisan yang saya baca di koran dan majalah, sebenarnya kalau menikah, pria homo bisa sembuh.

Apakah benar demikian? Kalau mengingat-ingat apa yang ia lakukan, saya "jijik", Bu, tapi setelah itu saya biasanya jatuh kasihan padanya. Kenapa orang yang kini sangat saya sayangi, kok, bisa terjerumus seperti itu? Bercerai rasanya juga berat, Bu, karena agama, kan, juga tidak menyukai perbuatan ini, ya, Bu?

Apa yang harus saya lakukan, karena suami tampaknya cuek-cuek saja melihat saya berada dalam kebingungan seperti ini. Ia juga mengatakan tak ingin berubah, lo, Bu Rieny. Saya amat menantikan saran Ibu. Terima kasih.

Ibu Bingung ­ Banten

Jawaban:

Bu Bingung Yth.,

Saya turut prihatin atas apa yang terjadi pada diri Anda. Pria semacam suami Anda, yang kemudian menikah, biasanya memang melakukan pernikahan lebih karena ingin menyenangkan orang tuanya, atau tak ingin menimbulkan pertanyaan lingkungan padanya, "Kok, belum kawin juga, sih?"

Kalau memang benar cerita Anda bahwa ia "baru" menjadi gay setahun belakangan ini, sebenarnya Anda masih berpeluang untuk membuatnya kembali ke kehidupan seks yang normal, hemat saya. Tapi, tentu saja perlu Anda selidiki benar, apa yang menjadi "faktor pencetus" ini.

Dari apa yang saya ketahui, tidak selalu gay ini harus memperoleh perlakuan seperti wanita, dekat sekali dengan ibu, dan sejenisnya. Ada banyak di antaranya yang juga diperkenalkan oleh orang-orang sejenis melalui perkemahan bersama, kos sekamar, teman dekat sekampus yang tak bisa ditolak keinginannya karena baik sekali dan seterusnya. Jadi, ia mendapat pengalaman dan lalu "belajar" bahwa eh, kok, enak juga. Lagi pula, kedekatan mereka biasanya melebihi hubungan antarteman biasa.

Sehingga kalau, toh, suami memang bertekad meninggalkan dunianya, ia harus benar-benar bertekad berubah dan mengabaikan ajakan ataupun undangan dari sesama gay yang pasti akan menariknya kembali.

Wednesday, December 25, 2002

Dr.Andik: Homoseks Bisa Reorientasi



Tanya :


Dear Dr. Andik, saya seorang pemuda berusia 32th sudah bekerja dan memiliki kehidupan yang lumayan. Seharusnya saya bahagia dengan keadaan saya , namun kenyataannya saya merasa hidup saya kosong dan tidak berarti, adapun permasalahannya adalah saya tidak bisa tertarik dengan lawan jenis tetapi sebaliknya dengan sesama jenis.

Seingat saya kondisi ini bermula ketika saya umur sekitar 13 th dan sering tidur ditempat umum, lalu suatu ketika ada tetangga yang berusia lebih tua dari saya sekitar 30-an gitu, sukanya meluk-meluk saya dan memainkan alat vital saya, pada mulanya saya risih tapi lama-lama saya suka sampai-sampai alat vital saya mengeluarkan cairan.

Semenjak saat itu, kalau lihat cowok yang atletis en cakep saya sangat terangsang, sebaliknya meskipun saya dekat-dekat dengan cewek yang cantik rasanya nggak ada greget. Apa yang harus saya lakukan dok ? Soalnya saya tahu bahwa ini keliru. Tolong dijawab ya dok…soalnya saya nggak tahu harus bertanya pada siapa lagi. (Drs.M. Toha, 32 th , Malang)

Jawab :

Toha, dari uraian anda, dokter melihat bahwa Toha termasuk orang yang memiliki orientasi seks homo. Pada tahun 1973, homoseksualitas tidak lagi dianggap sebagai suatu penyimpangan seksual oleh The American Psychiatric Association dan tidak lagi dicantumkan dalam The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder. Namun banyak ahli yang menyesalkan hal itu sebagai ketergesagesahan, sebab kondisi itu menutup semua upaya penelitian untuk mencari jalan keluar terbaik bagi yang mengalaminya.

Dokter sependapat dengan para ahli yang tidak menyetujui penghapusan homoseks sebagai suatu bentuk penyimpangan seksual, bukan untuk memarginalkan kaum homoseks atau bersikap homophobia, tetapi untuk memacu upaya yang serius guna menolong orang-orang seperti Toha yang jelas-jelas ingin keluar dari kondisi ini.

Sebab menurut hemat dokter setidaknya ada 4 kendala yang akan ditanggung seumur hidup oleh mereka yang tetap dalam kondisi homoseks dan tidak mencari upaya untuk keluar dari keadaannya.

Pertama, kendala anatomi dalam melakukan kontak seksual sebab penis dirancang sesuai untuk vagina, sehingga ketika terjadi kontak homoseks maka muncullah bentuk aktifitas seks yang lain yang tidak lazim seperti analseks dengan segala resikonya.

Kendala kedua, adalah kendala reproduksi, sebab sperma hanya mungkin menghasilkan pembuahan bila bertemu dengan ovum, sehingga proses prokreasi tidak mungkin terjadi dalam aktifitas homoseks. Inipun akan melahirkan masalah-masalah lain yang tidak kalah rumitnya dengan masalah yang sebelumnya.

Ketidakmampuan untuk bereproduksi ini pada gilirannya menambah masalah ketiga, yaitu masalah psikologis yang sudah cukup berast sebelumnya.

Dan keempat, gesekan-gesekan sosial juga seringkali terjadi berkaitan dengan fenomena ini . Itu sebabnya mereka yang punya kesadaran dan kemauan untuk berubah, seperti Toha tidak boleh dihalang-halangi apalagi dibunuh harapannya dengan mengatakan bahwa kondisi ini tidak bisa diapa-apakan.

Bukankah pada mulanya Allah mencipkan Adam and Eve, dan bukan Adam and Steve. Karena itu dokter yakin, mereka yang mau datang kepadaNya, tidak akan dikecewakanNya, sebab ada pengharapan sejati didalam Tuhan. Secara medis proses itu disebut Reorientasi, dan bila Toha mau mengalami proses pemulihan tersebut, harapan itu masih ada. Salam. dr.Andik



Monday, December 23, 2002

Fantasi Seks dengan Sesama Jenis



Tanya:
Saya pria, 24 tahun. Dulu saya nggak ngerasa ngalamin gangguan masalah sex, saya ngerasa normal-normal aja. Saya tertarik secara sex dan pernah melakukan hubungan sex meskipun nggak penetrasi sama cewek (waktu sma), saya ngerasa enak bgt. Nggak sengaja saya pernah ditemanin tidur ama temen saya (cowok), terus dia gerayangin tubuh saya dan pegang-pegang alat vital saya, herannya saya ngerasa enak juga sama kayak temen cewek saya. Sekarang saya bingung dok, akhir-akhir ini saya sering bgt berfantasi sex dengan sejenis. Saya normal nggak yach?

Jawaban:
Jika hanya sebatas berfantasi seksual dengan sesama jenis maka hal itu belum bisa disebut sebagai suatu kelainan. Jika Anda sama sekali tidak tertarik dengan lain jenis dan hanya bisa menikmati hubungan saat bersama sesama jenis maka baru di sebut homoseksual. Bila tertarik dan dapat menikmatinya dengan laki-laki dan wanita disebut biseks. Jadi tergantung bagaimana yang Anda rasakan saat berdekatan dengan pasangan saat itu (laki/wanita). Jika ternyata homoseks atau biseks maka jelas hal tersebut tidak normal. Jika Anda sangat terganggu silahkan menghubungi dokter jiwa terdekat untuk berkonsultasi, karena banyak kelainan seksual tersebut disebabkan pengalaman kejiwaan di masa lampau yang tidak disadari dan membentuk perilaku kita pada masa kini.(TR)

Friday, December 20, 2002

Saya Gay! Bisakah Saya Menikah?



Assalaamu'alaikum Wr Wb Pertama-tama saya mohon maaf kalau dalam surat ini kurang pas atau janggal dalam tulisannya. Sebenernya saya malu dan nggak pernah ngomong atau ngebahas tentang ini karena ini merupakan aib buat saya pribadi atau mungkin keluarga.

Saya seorang laki-laki umur 33 tahun sudah tidak punya orang tua lagi, saya tinggal sendiri, kakak-kakak saya baik dan ngga ada masalah sama saya pribadi. Pengasuh, ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan, mudah-mudahan ini hanya saya yang tahu karena malu itu.

Pengasuh saya mau tanya bisakah seorang gay/homo menikah? Pengasuh, saya ingin lepas dari semua ini sungguh karena saya ingin menikah normal seperti yang lain. Pengasuh, untuk sementara ini aku ngga mau pacaran dulu walau ada wanita yang shalehah kayaknya suka sama saya begitupun saya. Tapi apakah saya kelak bisa membahagiakannya lahir dan bathin (kalau sampai nikah)?

Pengasuh, sebenarnya banyak yang mau ditanyakan, tapi kali ini cukup sekian dulu. Perlu pengasuh tahu bahwa sekarang ini saya merasa tertekan sekali dengan keadaan sekarang, mudah-mudahan solusi ini bisa membuat saya berubah, karena selama ini saya sering baca tak bisa merubah segalanya. Akhir kata terima kasih dan wassalam.

Jawaban

Assalaamu'alaikum Wr Wb Kalau anda sendiri sudah bilang bahwa anda ingin nikah normal, berarti itu semakin membuktikan bahwa anda bisa menikah. Keinginan anda itu sendiri datangnya dari diri anda. Itu berarti, jika selama ini anda menganggap diri anda gay (sukanya hanya dengan sesama lelaki) yang berarti anda tidak suka perempuan, kemudian kini ada keinginan untuk menikah dengan perempuan.... maka kami melihat ini sebagai tanda fitrah anda baru saja bangkit setelah sekian lama tertidur.

Fitrahnya laki-laki suka kepada perempuan dan sebaliknya. Kami yangkin jika ada kelompok yang mengaku bahwa mereka secara “bawaan” hanya suka dengan yang sejenis, maka sebenarnya mereka salah duga terhadap diri mereka sendiri. Masalahnya, suka terhadap sesama jenis kelamin merupakan dosa besar dalam Islam, dan karenanya, kami yakin Allah Yang Maha Adil tak akan membuat sejumlah orang terlahir dengan dosa besar sementara sebagian yang lain lahir suci dan fitrah.

Cobalah anda akrabkan diri anda dengan Al Qur’an dan anda baca kisah kaum Luth. Bukalah hati anda untuk menerima kebenaran Al Qur’an, kemudian setelah itu kunjungilah psikolog yang baik keislamannya yang dapat melatih anda menghilangkan perasaan suka terhadap sesama jenis tsb.

Tambahan bukti lagi bahwa apa yang sedang anda alami ini adalah kesalahan anda sendiri mengatakan bahwa selama ini anda merasa tertekan dengan keadaan ini. Mana mungkin Allah mentakdirkan seseorang dalam kesulitan seperti ini sejak lahir?

Apa yang sekarang sedang anda alami mungkin bersebab jauh ke belakang ke masa kanak-kanak anda. Mungkin karena salah perlakuan, mungkin karena trauma psikologis yang mendalam dll. Sebab atau problem tersebut kemudian menjadi demikian kuat mempengaruhi diri anda sehingga anda tanpa sadar menjadi kurang suka terhadap perempuan dan kemudian menjadi perasaan-perasaan yang semakin menyimpang karena bisiskan setan. Oleh karena itu kami menganggap anda butuh nasehat dan pelatihan dari seorang ahli merubah tingkah laku manusia agar ahli tsb dapat mengembalikan perilaku anda ke perilaku yang normal dan sesuai fitrah. Jangan lupa terus berdoa dan beribadah yang tekun. Wallahua’lam bishshowwaab

Wassalaamu'alaikum Wr Wb

HM Ihsan Tanjung dan Siti Aisyah Nurmi
----------------------------------------------------------------------------------------------------


Bagaimana Mengatasi Biseksual?



Diasuh oleh
Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila
Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi


Sudah sejak remaja ia merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Ia bisa terangsang bila sehabis olahraga bersama melihat temannya berganti baju. Apa yang harus dilakukan? Adakah cara mengobatinya?

"Saya seorang ibu dengan 2 puteri. Ada ganjalan yang ingin saya tanyakan sejak lama (sejak SMA) karena saya ingin tahu ini suatu kelainan atau hal yang wajar.

Begini Dok. Sejak SMA saya merasakan selain memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis juga tertarik pada sesama wanita, terutama yang berwajah manis dan berbadan bagus.

Bukan itu saja, saya bisa terangsang apabila melihat bagian tubuh wanita, misalnya payudara yang terlihat. Atau saat sehabis olahraga membuka baju bersama, rasanya saya menikmati bisa memandangi tubuh teman yang hanya memakai BH dan celana dalam saja.

Sampai sekarang walaupun saya termasuk sangat menikmati seks bersama suami (hampir 90 persen orgasme setiap berhubungan dengan suami), tapi saya masih senang bahkan terangsang jika memandangi tubuh bugil di internet atau di BF, terutama adegan lesbi. Kadang-kadang melihat teman membuka baju di depan saya, rasanya ingin sekali memegang payudaranya, apalagi yang montok.

Saya ingin menanyakan, apakah ini termasuk biseks? Ataukah saya ada bakat lesbian? Apakah yang menimpa saya ada kemungkinan bisa diobati atau dihilangkan? Terimakasih atas jawaban dan saran dokter." Yossi, Jakarta


Tergantung Derajatnya
Pada dasarnya manusia mempunyai ketertarikan terhadap kedua jenis kelamin, hanya derajat ketertarikannya berbeda terhadap kedua jenis kelamin.

Pria normal hanya tertarik dan terangsang kepada wanita. Tetapi pria normal juga dapat mengagumi sesama pria, misalnya mengagumi wajahnya yang tampan. Kenyataan ini tidak menimbulkan masalah karena derajat ketertarikannya masih lebih kuat ke arah wanita.

Kalau derajat ketertarikannya sangat kuat sehingga hanya tertarik dan terangsang kepada sesama pria, maka pria itu adalah pria homoseksual. Tetapi kalau derajat ketertarikannya seimbang terhadap sesama pria dan terhadap wanita, maka pria itu adalah pria biseksual.

Pria homoseksual hanya terangsang kepada sesama jenis, tidak kepada lawan jenis. Apa pun penyebab homoseksual, pria homoseksual hanya terangsang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.

Pria biseksual tertarik dan terangsang kepada kedua jenis kelamin. Rasa tertarik dan terangsang itu dimanifestasikan dalam perilaku seksual, yaitu melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin.

Pria biseksual mengalami ketidakpuasan bila hanya melakukan hubungan seksual dengan wanita. Maka dia ingin juga dan berusaha agar dapat melakukan hubungan seksual dengan sesama pria, di samping dengan wanita.

Di sisi lain, wanita normal hanya tertarik dan terangsang kepada pria. Tetapi wanita normal juga dapat tertarik dan mengagumi sesama wanita. Wanita normal tertarik melihat wajah yang cantik atau payudara yang bagus.

Kalau wanita hanya tertarik dan terangsang kepada sesama wanita, dia adalah wanita homoseksual atau yang disebut dengan istilah khusus, lesbian. Tetapi kalau wanita itu tertarik dan terangsang terhadap kedua jenis kelamin, maka disebut biseksual juga.

Sama seperti pada pria, wanita biseksual juga ingin melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin. Hubungan seksual hanya dengan pria dirasakan tidak cukup bagi wanita biseksual. Dia ingin juga melakukan hubungan seksual dengan sesama wanita.

Keinginan Berhubungan
Kalau Anda merasa tertarik dan terangsang juga kepada sesama wanita, sangat mungkin Anda seorang biseksual. Tetapi mungkin derajat ketertarikan Anda masih jauh lebih kuat ke arah pria.

Andaikata derajat ketertarikan Anda terhadap wanita juga kuat, Anda tidak akan merasakan cukup puas hanya dengan melakukan hubungan seksual dengan suami. Maka sangat mungkin Anda telah berupaya mengekspresikan dalam bentuk perilaku, misalnya melakukan percumbuan atau hubungan seksual dengan sesama wanita. Atau mungkinkah Anda tidak pernah melakukan itu karena tidak ada kesempatan?

Saya tidak tahu apakah Anda mau melakukan hubungan seksual bila ada seorang wanita yang bersedia melakukannya? Kalau jawaban Anda "ya", maka Anda adalah seorang biseksual. Tetapi kalau jawaban Anda "tidak", maka sesungguhnya Anda bukan seorang biseksual.

Tidak sedikit yang melakukan hubungan biseksual hanya didasarkan keinginan mempunyai pengalaman baru dengan sesama jenis. Ketika mereka merasa dapat menikmati hubungan itu, mereka sulit melepaskan hubungan biseksual, walaupun mungkin hubungan dengan sesama jenis lebih jarang dilakukan.

Keakraban dengan sesama jenis juga dapat merupakan awal terjadinya hubungan biseksual pada mereka yang awalnya heteroseksual.
Penelitian yang pernah dilakukan terhadap wanita biseksual menunjukkan bahwa mereka mempunyai kebutuhan emosional yang berbeda, yang sebagian dapat dipenuhi oleh pria tetapi sebagian dapat dipenuhi oleh sesama wanita.

Hindari Rangsangan
Memang tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap biseksual lebih jelas. Tetapi keadaan ini dapat menimbulkan masalah dalam perkawinan, terutama bila suami atau isteri tidak dapat menerima kenyataan ini.

Saya sarankan Anda tidak sampai melakukan aktivitas seksual dan hubungan seksual dengan sesama wanita. Saya khawatir kalau sampai Anda melakukan salah satu saja bentuk aktivitas seksual, katakanlah berciuman atau berpelukan, sangat mungkin akan berlanjut ke hubungan seksual.

Untuk itu hindarilah setiap kesempatan yang memungkinkan Anda hanya berdua saja dengan sesama wanita, apalagi yang Anda kagumi. Hindari juga rangsangan seksual psikis seperti menonton film porno, karena dapat menjadi media untuk menerima rangsangan seksual dari sesama wanita yang ada di film itu.

Dengan menghindari itu, saya harapkan Anda dapat terhindar dari daya tarik rangsangan seksual sesama wanita. Kalau Anda tidak menghindari itu, saya khawatir selanjutnya Anda ingin melakukan dalam bentuk aktivitas seksual, bahkan hubungan seksual. Kalau sampai hal ini terjadi, tentu akan menimbulkan masalah baru dalam hubungan Anda dengan suami. @
--------------------------------------------------------------------------------

Wednesday, December 18, 2002

Khawatir Menjadi Gay



Dear Curhat,

Halo pha kabar semuanya? Langsung to the point aza yach gini aku cowok, punya masalah soal seksualitas, terus terang aja aku merasa bingung, gimana ya, perasaan aku tuh sepertinya mempunyai hasrat seks yang ganda.

Aku bingung kenapa aku setiap melihat cewek/cowok yang bertubuh seksi, apalagi kalo bugil aku kayaknya ngebayangin yang enggak-enggak, dan anehnya lagi gara-gara ngebayangin yang enggak-enggak aku sampe melakukan masturbasi. Aku takut kalo aku termasuk dalam golongan orang gay. Please tolong ya gimana untuk ngebahas masalahku. Kutunggu jawabanmu segera.

Arya

Jawab:

Halo, Arya.

Mengenai hasrat seksual kamu, kami kira cukup wajar jika remaja seusia kamu mulai tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan seks. Hal ini disebabkan hormon-hormon seks kamu mulai bekerja dengan baik. Bagi cowok, salah satu tandanya akil balig adalah mengalami mimpi basah. Hal ini dipicu dengan makin matangnya organ-organ seks dan mulai bekerjanya hormon-hormon seks. Pada masa ini dorongan seks kita menjadi mudah sekali muncul dan kita jadi mudah banget terangsang.

Ada teori yang mengatakan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai kecenderungan biseksual (tertarik pada laki laki dan perempuan). Pada saat puber di mana kita sedang menentukan dan mencari jati diri dan identitas, termasuk identitas dan orientasi seksual kita, ada kemungkinan pada awal perkembangan kita merasa tertarik secara seksual dengan laki-laki dan perempuan sekaligus. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu proses menuju kondisi yang mantap. Lama-kelamaan kita akan tahu kecenderungan ini akan menuju ke mana, maksudnya mana yang dominan, menjadi heteroseks (mencintai lawan jenis) atau homoseks (sesama jenis) atau tetap menyukai keduanya (biseks).

Oleh karena, masyarakat kita lebih menerima orientasi heteroseksual, maka kebanyakan orang yang punya kecenderungan gay cukup besar akan berusaha mengarahkan orientasinya ke heteroseksual, dan menekan ketertarikan terhadap sesama jenis. Kalau kamu cuma sekadar mengagumi tubuh cowok dan tidak menjadikan cowok itu sebagai orientasi seksual kamu, maka kamu belum tentu gay.

Arya, untuk mengurangi kebiasaan masturbasi kamu tiap kali abis melihat cowok/cewek bugil, mungkin sebaiknya kamu mengurangi untuk menonton atau memperoleh hal-hal yang biasanya bisa bikin kamu terangsang, misalnya blue film, atau membaca hal-hal yang mempertontonkan tubuh cewek/cowok secara bugil. Kalau kamu lagi pengen masturbasi, "pertolongan pertama" yang bisa dilakukan: coba kamu pindah tempat, sibukkan dirimu dengan aktivitas lain yang enggak ada hubungannya dengan seks atau yang ngeres-ngeres, misalnya bersihin kamar, cuci motor, dan lain-lain, gabung sama keluarga (jadi enggak sendirian di kamar), atau lakukan aktivitas yang lain (terserah kamu) yang bisa mengalihkan perhatianmu ke fantasi seksual tersebut.

Oke deh Arya, semoga kamu berhasil dalam mengatasi masalah kamu. *